Alat Tradisional Aceh (Jeungki)
Hai sahabat steemit dimanapun anda berada,
Semoga kita semua diberi kesehatan oleh yang Maha Kuasa, dan dilimpahkan rejeki yang halal untuk diri kita dan keluarga-keluarga kita.
Nah..jadi sekarang saya akan memperkenalkan satu alat tradisional yang hampir punah di daerah Istimewa Aceh.
Jeungki
Alat ini sangatlah berfungsi dizaman-zaman nenek moyang kita dulu khususnya Aceh, karena dengan alat ini padi bisa menjadi beras dan beras bisa menjadi tepung.
Alat ini dinanamakan diaceh yaitu
Jeungki memang sangatlah berguna dalam kehidupan warga aceh diwaktu dulu, karena kalau tidak ada
jeungki masyarakat aceh tidak bisa mengkupas kulit padi menjadi beras dan beras menjadikan tepung.
Sewaktu dulu
jeungki memang hampir ada disetiap rumah namun sekarang benda itu hampir punah karena sudah mulai masuk alat-alat canggih dari luar negeri, mungkin beberapa tahun kedepan anak-anak aceh bakal tidak tau akan adanya satu alat tradisional yg dipakai nenek moyang dulu untuk menumbuk padi jadi beras.
Jeungki itu dibuat dari satu pohon kayu yang bagus kualitasnya yang biasa bertahan bertahun-tahun, biasanya kalau dalam bahasa aceh disebut pohon
mane atau pohon-pohon yang berkualitas lainnya.
Jeungki bentuknya panjang sekitar kurang lebih 3 meter dan diujungnya mempunyai
alu dan<m
lusung.
Alu adalah kayu yang dipakai diujung untuk menumbuk padi atau beras, dan
lusung adalah tempat penampung padi atau beras yang akan ditumbuk dengan
alu dengan cara menginjak
jeungki dipaling ujung belakang.
Dengan memakai
jeungki tubuh kita pun akan menjadi sehat, karena
jeungki digunakan hampir sama seperti kita berolahraga, lutut-lutut dan tangan kita akan bergerak dengan stabil.
Jeungki sangat dibutuhkan disaat mau lebaran, karena masyarakat aceh dulu sewaktu mau lebaran akan membuat tepung untuk kue lebaran.
jeungki
Disaat lebaran hampir tiba kita akan mendengar suaradimana-mana, beras yang akan ditembuk sampai halus dan di
hayak (saring) pakai kain jelbab halus, dan dikeringkan dibawah sinar matahari sampai tepung benar-benar kering dan bisa dibuat kue lebaran.
Seiring kemajuan zaman alat alat tradisional tersingkirkan, kini hanya jadi pajangan sebagai peninggalan sejarah, manusia lebih memilih alat yang praktis dan instan dalam mengerjakan sesuatu.