Tahlilan, makan bersama dan nongkrong di pondok tepi jalan
Hidangan makan bersama
Hari ini merupakan hari yang penuh kebersamaan. Sore menjelang malam, saya menghadiri makan bersama dan tahlilan di rumah duka untuk mendoakan almarhum yang telah berpulang ke Rahmatullah. Suasana kekhusyukan, dengan bacaan doa yang mengalir dari para hadirin. Saya ikut larut dalam lantunan tahlilan, memohon agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisinya.
Tahlilan di rumah duka
Setelah tahlilan selesai, kami menikmati hidangan sederhana yang disediakan tuan rumah. Makan bersama dalam suasana kebersamaan seperti ini selalu terasa lebih bermakna. Percakapan ringan mengalir, mengenang kebaikan almarhumah dan berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari kami.
Usai dari rumah duka, saya dan beberapa teman memutuskan untuk singgah di pondok tepi jalan desa. Tempat ini menjadi persinggahan favorit kami untuk sekedar bersantai dan mengobrol. Angin malam berhembus sejuk, menemani perbincangan ringan yang penuh canda tawa.
Nongkrong di balai tepi jalan
Di tengah kesibukan sehari-hari, momen seperti ini terasa begitu berharga. Ada kesedihan di rumah duka, ada kebersamaan di saat tahlilan, dan ada kehangatan saat nongkrong bersama teman. Hari ini mengajarkan bahwa kehidupan selalu berjalan dengan suka dan duka yang datang silih berganti.