Katak dan Ular Piton
Di sebuah hutan hiduplah seekor katak kecil bernama Lumo. Lumo adalah katak hijau mungil yang hidup di tepi sungai, melompat dari satu daun ke daun lainnya dengan lincah. Ia dikenal sebagai katak yang cerdik, tetapi juga sedikit ceroboh.
Di hutan yang sama, ada seekor ular piton besar bernama Goro. Tubuhnya panjang berwarna cokelat keemasan, dan setiap hewan di hutan mengenalnya sebagai pemburu yang tak terkalahkan. Goro bukan ular yang jahat, tetapi instingnya sebagai pemangsa membuatnya ditakuti oleh semua binatang kecil, termasuk Lumo.
Suatu hari, hujan turun dengan deras, menyebabkan air sungai meluap. Sarang Lumo yang berada di tepi sungai hampir tenggelam. Ia melompat panik, mencari tempat berteduh. Dalam kebingungannya, ia malah melompat ke sebuah dahan yang ternyata adalah tubuh Goro yang sedang melingkar di atas batu.
Lumo membeku seketika. Mata Goro yang besar menatapnya dengan tajam. "Hmm... sudah lama aku tidak makan katak," ujar Goro dengan suara dalam.
Namun, alih-alih menyerah pada nasibnya, Lumo tersenyum dan berkata, "Goro, kau memang kuat dan besar, tapi bukankah lebih menarik jika kita membuat kesepakatan?"
Goro mengangkat kepalanya, penasaran. "Kesepakatan apa?"
Lumo dengan cepat berkata, "Hujan ini membuat air sungai naik. Banyak hewan kecil akan terjebak dan mencari tempat berteduh. Jika kau melepaskanku, aku akan membantumu menemukan mangsa yang lebih besar daripada sekadar katak kecil sepertiku."
Goro berpikir sejenak. Ia memang bisa memakan Lumo sekarang, tetapi tawaran itu menarik. "Baiklah," katanya. "Tapi jika kau berbohong, aku akan mencarimu."
Lumo segera melompat pergi dan dengan cerdiknya membimbing Goro ke tempat di mana beberapa hewan kecil berkumpul di bawah akar pohon besar yang hampir terendam. Goro, yang lebih besar dan kuat, dengan mudah menangkap seekor tikus hutan besar, lebih dari cukup untuk mengisi perutnya.
Saat Goro selesai makan, ia menatap Lumo dan berkata, "Kau katak yang cerdik. Hari ini kau selamat, tapi ingat, di hutan ini, semua harus tahu cara bertahan."
Lumo tersenyum sambil mundur perlahan. "Dan cara bertahan tidak selalu dengan kekuatan, tetapi juga dengan akal," jawabnya sebelum melompat pergi ke tempat yang lebih aman.
Sejak hari itu, Goro tidak lagi mengejar Lumo, dan Lumo belajar bahwa di hutan, kecerdikan bisa menyelamatkan nyawa, bahkan dari seekor ular piton yang ganas.