Thediarygame, Sabtu, 9 Maret 2025 | Mengisi Ibadah Ramadhan di Pulau Penyengat

in Steem SEA14 days ago

1000833574.jpg

Ramadhan terus berjalan. Pelan namun pasti akan meninggalkan kita. Bagi yang mampu menambah amal dan meningkatkan ketaqwaan maka kebahagiaan yang akan dicapai. Banyak jalan mengisi Ramadhan, ya, seperti puasa selain yang diwajibkan, juga salat qiyamullail, tadarus dan lain sebagainya. Nah, kali ini Aku sudah membuat perencanaan untuk beribadah Ramadhan di Pulau Penyengat Tanjungpinang. Mau tahu kisahnya? Okay, marilah mengikuti kisah menarik ini;

Sejak tanggal 1 Maret 2025, jatuh hari pertama puasa, tanpa terasa waktu bergulir cepat kini telah memasuki hari ke sembilan puasa. Sudah delapan hari dilewati bulan yang penuh kemuliaan dan ampunan yang Allah berikan. Aku menjalani dengan sungguh-sungguh, dimana giat rutin salah satunya selain berpuasa yang diwajibkan, salat teraweh berpindah-pindah masjid di seputar Kota Tanjungpinang. Nah, rencana malam Minggu akan menjalankan dan mengisi bulan Ramadhan di Pulau Penyengat. Aku tak pernah salat taraweh di kampung Penyengat, kampung yang merupakan daerah favorit destinasi wisata.

1000842523.jpg

Area Dermaga Pulau Penyengat

Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 16.50 WIB. Dengan motor Beat Aku menghitung jalan dan berhenti di Kantor Pomal Koarmada I dengan tahapan menitipkan sepeda motorku. Setelah itu Aku berjalan kaki menuju dermaga penyeberangan ke Pulau Penyengat. Saat hendak masuk ke lokasi maka kita bisa melihat gapura pintu masuk dengan tukisan "Selamat Datang Dermaga Penyengat*. Suasana dermaga terlihat sudah ada perubahan dimana beberapa bulan silam Aku melihat belum dicat dan besi-besi pengamanan banyak yang berkarat dan sudah tidak ditempatnya. Saat ini terbukti besi-besi pengaman penumpang sudah dipasang kembali dan dicat dengan warna hijau. Tiang-tiangnya pun sudah dicat dengan cat warna kuning sehingga warna dermaga menjadi cerah.

1000842524.jpg

*Situasi diatas kapal kayu (Pompong)

Aku sudah tiba di loket atau tempat pembelian karcis kapal. Harga tiket masih murah Rp 9.000,-/orang. Kapal akan bertolak saat penumpang telah berjumlah 15 orang. Tak lama menunggu maka kuota terisi penuh dan pukul 17.00 WIB kapal telah membelah samudera. Kondisi cuaca pada hari itu cerah namun asbab air pasang maka gelombang terasa. Laut tidak baik-baik saja seperti biasa bagaikan kaca, bening tanpa gelombang yang meresahkan. Dari kapal berlayar kita bisa melihat pemandangan pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang dan Gedung Lembaga Adat Melayu Kepuluan Riau (Kepri).

1000842527.jpg

Pulau Penyengat terlihat dari pompong

Nakhoda dengan tenang mengemudi pompong (kapal kayu) berukuran kecil. Semakin mendekat ke arah Dermaga Pulau Penyengat laut semakin terasa arus dan gelombang. Hari-hari ini laut kelihatan tidak nyaman bagi yang menggunakan moda laut. Tak lama kapal merapat dari laut dapat kita melihat perumahan di atas air warga Pulau Penyengat. Mentari sore perlahan akan sirna. Di bawah terik cahaya hangat dapat terlihat pompong lainnya melintas menuju ke kota Tanjungpinang. Laut tempat mereka mencari nafkah demi kelangsungan hidup yang nyaman. Tak ada istilah berhenti melaut menjadi transportasi umum melayani warga Penyengat dan warga lainnya yang datang pergi ke pulau wisata ini. Mereka berhenti sesaat jika laut dihantam hujan deras dan badai kencang yang menyebabkan ombak tinggi. Tak lama berselang Aku dah sampai di Kampung Pulau Penyengat.

1000842532.jpg

  • Indahnya Masjid Raya Sultan Riau Pulau Pemyengat*

Alhamdulillah, kaki sudah didaratan. Berjalan sambil melihat suasana warga yang beraktifitas dalam menyambut buka puasa. Waktu berbuka pukul 18.18 WIB. Masih ada waktu luang sekitar 30 menit. Aku sempatkan mengambil foto Masjid Sultan Raya Penyengat dari jalanan area luar masjid dan area halaman masjid. Masyaallah, masjidnya tampak indah. Masjid ini juga disebut masjid kuning dan kubahnya tampak unik. Masjid yang infonya dibangun dengan bahan bakunya dari kuning telur ramai dikunjungi oleh warga lokal maupun mancanegara. Pesnona dan marwah masjid ini banyak menyedot para pejabat negeri yang datang ke kota Tanjungpinang ingin mampir ke Kampung Penyengat dan beribadah di masjid ini.

1000842533.jpg

Persiapan menjelang berbuka puasa

Ah, sesaat lagi hendak berbuka maka Aku dengan beberapa warga masuk ke pondok yang terletak di sisi kanan dan kiri masjid. Sisi kanan anak remaja berbuka dan Aku disisi kiri beserta warga lainnya bersiap-siap berbuka puasa. Bedug besar belum di tabuh sebagai pertanda tiba waktu buka puasa. Suasana nyaman penuh kebahagiaan terpancar dari wajah kami menjelang berbuka. Salah satu fadhilah berbuka adalah memberikan kebahagian bagi yang berpuasa. Dum...dum...dum, beduk dipukul dan berarti sudah boleh membatalkan puasa. "ALLAHUMMA LAKA SUMTU WABIKA AAMANTU WA'ALA RIZQIKA AFTARTHU BIRAHMATIKA YAA ARRHAMARRAAHIMIIN*.

1000842542.jpg

Pelaksanaan salat maghrib dan taraweh

Selesai berbuka, kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan salat maghrib dan usai salat melanjutkan nikmat berbuka. Aku pergi ke warung warga untuk makan nasi. Biasa berbuka dengan nasi. Duduk di warung nasi hingga menjelang waktu isya tiba. Saat lantunan tarhim mengema dari masjid maka persiapan menuju masjid untuk tegakkan salat isya dan dilanjutkan taraweh. Salat isya dan taraweh di masjid ini ramai warga yang salat. Mulai dari bocil, anak remaja dan orang tua sangat bersemangat salat qiyamullail. Ada ceramah menjelang salat taraweh dengan penceramah datang dari Kota Tanjungpinang. Materi taqwa menjadi bahan baku favorit yang disampaikan kepada jamaah. Taqwa adalah kunci bahagia dan selamat hidup dunia wal akhirat. Nah, jadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum meningkatkan derajat ketaqwaan seorang hamba. Jangan sia-siakan hidup dibulan kemuliaan, bulan rahmat, maqfirah, itqun minannar, turunnya Al-Qur'an dan juga bulan sedekah. Pelaksanaan salat taraweh di masjid ini 20 raka'at dan ditutup dengan salat sunat witir 3 rakaat.

1000834164.jpg

1000834141.jpg

Bersama Pak Imam dan salah seorang warga

Selesai salat taraweh, sebelum keluar dari masjid Aku silaturahmi dengan imam salat sunat qiyamullail Beliau sudah tampak tua dan santun sikapnya serta suaranya saat menjadi imam jelas dan penuh semangat. Selanjutnya Aku berjumpa dengan seorang tua yang memakai kopiah seperti yang Aku pakai. Aku mengajak berfoto dengan sambil bercengkrama. Kopiah Aku asli model Aceh dan berlogo Rencong Aceh. Nah, yang bapak tua ini pakai, motifnya Aceh namun tak ada logo Rencong dan terdapat kapal layar dengan tulisan "Sahabat Gerry Yazid" dan juga "Kepri Rumah Kita". Suasana pertemuan dengan para orang tua ini sangat harmonis dan penuh kebersamaan.

1000842548.jpg

Menikmati malam dan kegiatan tadarus

Setelah itu Aku keluar dari masjid ingin melihat suasana malam hari di kampung Penyengat. Pemandangan malam sangat indah. Bertabur cahaya di kampung sebelah, ya, kota Tanjungpinang. Dari Pulau Penyengat kita tak mampu lihat kota Tanjungpinang namun hanya lampu-lampu gedung dan rumah penuh cahaya yang jelas tampak. Laut tak jelas karena gelap tanpa cahaya. Hebatnya warga Penyengat jika keperluan mendesak malam hari membelah kegelapan laut ditembus demi hasrat hati. Suasana damai dan tenang terpancar dari kampung ini. Anak-anak pulau bermain dan bercanda ria di area balai lurah. Ada yang latihan tarian Melayu yang mungkin dipersiapkan untuk penampilan. Pulau ini sering kedatangan tamu penting makanya antusias latihan tarian budaya Melayu sangat dinikmati para remaja. Ada juga yang bermain didalam area masjid, berlari-larian, berkejar-kejaran dan saling membagi kisah masing-masing. Masa muda yang indah.

Aku mendengar suara merdu yang berasal dari dalam masjid. Rupanya suara seorang gadis yang mahir membaca Al-Qur'an plus berirama secara murattal. Aku sempatkan merekam sebagai dokumen. Sangat indah. Tak lama berselang Aku masuk kedalam masjid ingin menyaksikan langsung proses tadarus. Ada dua orang ibu-ibu tua dan empat orang anak gadis asyik membaca dan menyimak Al-Qur'an. Tak ada anak remaja pria. Aku duduk diarea tersebut dan menikmati serta memperhatikan bacaannya. Ada yang salah Aku perbaiki tajwidnya. Ada yang tidur-tiduran dekat Al-Qur'an kita tegur jangan bermain-main. Menjelang pukul 24.00.WIB ada seorang anak lelaki yang ikut membaca Al-Qur'an. Dan, barulah tadarus berhenti pada pukul 24.00 WIB alias jam dua belas malam. Saatnya istirahat malam dan Aku rehat diruangan marbot masjid dan tidur dengan beralaskan tikar plastik dan dibuai oleh angin malam yang masuk melewati jendela.

Demikian kisahku mengisi kegiatan ibadah pada Bulan suci Ramadhan di Kampung Pulau Penyengat, semoga menjadi catatan amal kebaikan yang Allah berikan kepadaku.***

Salam Ramadhan dari Pulau Penyengat @hoesniy

Sort:  
 14 days ago 

neu eh bak masjid malam nyan? pajoh sawo pat? galak teuh tajak maen adat melayu islam mantong got that.... lon preh cerita selanjutnya

 14 days ago 

Abi padum no..pajoh saho disinan.ta blo bu..hana nyamok eh di area masjid.sejuk angen laut

 14 days ago 

Thank you very much for publishing your post in Steem SEA Community. We encourage you to keep posting your quality content and support each other in the community

DescriptionInformation
Verified User
Plagiarism Free
#steemexclusive
Bot Free
Beneficiary10% steem.amal
burnsteem25Yes
Status ClubClub100
AI Article✅ Original (Human text!)