Penerapan manajemen identitas menggunakan DID dan VC untuk membuat identitas digital aman, menyimpan hash data di luar rantai pada blockchain, serta mendukung verifikasi lintas lembaga yang efisien sekaligus menjaga privasi pengguna baru
Menerapkan manajemen identitas yang efektif merupakan landasan sistem KYC/AML berbasis blockchain. Tujuan utamanya adalah menciptakan identitas digital yang aman dan terverifikasi yang memungkinkan pengguna tetap memegang kendali atas data mereka sendiri.
Pengidentifikasi Terdesentralisasi (DID) merupakan inti dari pendekatan ini. DID bersifat unik secara global, anti-rusak, dan tidak bergantung pada registri terpusat, sehingga sangat cocok untuk sistem KYC yang berfokus pada privasi. Untuk menerapkan DID, Anda harus memilih metode DID, yang menentukan aturan untuk membuat, menyelesaikan, dan mencabut DID. Contohnya termasuk did:ethr
di Ethereum atau did:sov
di Sovrin. Pilihannya bergantung pada platform blockchain yang digunakan, dan harus kompatibel dengan dompet yang sesuai dengan DID, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengelola identitas digital mereka.
DID biasanya dipasangkan dengan Kredensial Terverifikasi (VC). VC adalah data yang ditandatangani secara digital dan memiliki bukti manipulasi yang membuktikan klaim identitas. Misalnya, bank dapat menerbitkan VC kepada pengguna untuk mengonfirmasi bahwa identitas pengguna telah diverifikasi. Pengguna kemudian dapat membagikan kredensial ini dengan lembaga lain tanpa mengungkap dokumen identitas sensitif.
Proses onboarding harus menyeimbangkan kemudahan penggunaan dengan persyaratan KYC/AML yang ketat, sehingga proses off-chain dan on-chain terintegrasi. Selama verifikasi identitas pertama kali, pengguna mengunduh dompet yang sesuai dengan DID dan memulai KYC dengan lembaga keuangan. Lembaga tersebut memverifikasi dokumen fisik, seperti paspor atau kartu identitas, menggunakan perangkat standarnya. Setelah diverifikasi, sistem menghasilkan hash kriptografi dari data tersebut. Lembaga kemudian menerbitkan VC yang berisi DID pengguna dan hash-nya, menandatanganinya secara digital, dan mengirimkannya ke dompet pengguna.
DID pengguna kemudian didaftarkan di blockchain. Catatan ini menghubungkan DID dengan kunci publik dari dompet mereka dan hash dari VC yang diterbitkan. Hasilnya adalah catatan proses verifikasi yang anti-rusak tanpa mengungkapkan informasi pribadi.
Ketika pengguna mencari layanan dari institusi lain, mereka tidak perlu mengulangi seluruh proses KYC. Sebaliknya, mereka membagikan VC dari dompet mereka. Institusi baru tersebut memverifikasi tanda tangan digital untuk memastikan bahwa tanda tangan tersebut berasal dari penerbit tepercaya dan memeriksa hash untuk memvalidasi integritas data. Jika diperlukan, institusi tersebut dapat meminta data off-chain dari institusi pertama, atau cukup mengandalkan verifikasi sebelumnya.
Model manajemen identitas ini memberi pengguna kendali atas data mereka sendiri sekaligus memastikan bahwa institusi dapat memercayai proses verifikasi. Model ini juga mempercepat proses onboarding dan menghilangkan pekerjaan yang berulang, menjadikannya kerangka kerja yang kuat untuk sistem KYC/AML modern.
Mpu Gandring ingin memberantas korupsi di Indonesia dengan teknologi blockchain! Anda ingin mendukung?
- Follow akun Mpu.
- Upvote dan resteem postingan Mpu.
- Share di Instagram, Facebook, X/Twitter dll.
- Biar pemerintah mendengar dan menerapkannya.
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.